Polres Lembata Gelar Simulasi Sispamkota, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Penyerangan Mako.
Lembata – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel menghadapi potensi gangguan keamanan, Polres Lembata melaksanakan kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Jumat (24/4/2026) pukul 09.00 WITA. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polres Lembata, Jalan Trans Lembata, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.
Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Lembata, AKP Verry Polin, S.H., M.H., dan melibatkan seluruh unsur internal Polres, mulai dari para pejabat utama (PJU), anggota satuan fungsi seperti Intelkam, Reskrim, Sat Narkoba, hingga staf Polres Lembata.
Kegiatan Sispamkota tersebut mengusung skenario penanganan unjuk rasa buruh yang berujung anarkis di Kantor Bupati Lembata. Dalam simulasi, digambarkan adanya potensi kerawanan tinggi pada momentum Hari Buruh Nasional akibat ketidakpuasan massa terhadap kebijakan pemerintah terkait upah buruh.
Berdasarkan alur skenario, Kasatintelkam melaporkan kepada Kapolres Lembata terkait potensi aksi massa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolres memerintahkan Kabagops untuk menyiapkan rencana pengamanan serta mengerahkan personel ke lokasi sasaran, yakni Kantor Bupati Lembata. Situasi kemudian berkembang dengan berkumpulnya sekitar 500 orang massa di salah satu titik sebelum bergerak menuju Kantor Bupati. Tim Intel melakukan deteksi dini dan memberikan informasi detail terkait jumlah massa, kendaraan yang digunakan, hingga koordinator lapangan aksi.
Dalam tahapan awal pengamanan, Tim Negosiator yang dipimpin Kasatbinmas bersama Dalmas Awal dikerahkan untuk melakukan mediasi. Namun, massa yang tidak puas menolak hasil koordinasi dan memaksa ingin bertemu langsung dengan Bupati, sehingga situasi memanas dan terjadi dorong-dorongan dengan petugas.
Ketika kondisi tidak lagi terkendali, Dalmas Awal meminta bantuan Dalmas Lanjutan. Eskalasi meningkat dengan aksi anarkis berupa pelemparan batu, pembakaran ban, hingga perusakan fasilitas Kantor Bupati. Menanggapi hal tersebut, Dalmas Lanjutan diterjunkan lengkap dengan peralatan pengendalian massa, termasuk kendaraan taktis water cannon.
Upaya pembubaran dilakukan secara bertahap, mulai dari penyemprotan water cannon hingga penggunaan gas air mata atas izin Kapolres. Akhirnya, massa berhasil dibubarkan dan sejumlah provokator diamankan oleh petugas.

Dalam simulasi tersebut juga digambarkan proses pelaporan berjenjang hingga ke tingkat Polda NTT, sebagai bagian dari prosedur operasional standar dalam penanganan situasi kontinjensi.
Kabagops Polres Lembata melaporkan bahwa situasi berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa, meskipun terdapat kerugian materiil akibat aksi massa. Seluruh personel kemudian ditarik kembali setelah kondisi dinyatakan aman dan kondusif.Latihan ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi, kesiapan, serta profesionalitas anggota Polres Lembata dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum polres lembata.

Humas Polres Lembata - NTT


